Pages

Showing posts with label vanilla tea. Show all posts
Showing posts with label vanilla tea. Show all posts

Monday, June 11, 2012

lelaki bermata laut


Kau tahu, hari ini aku merasa ingin sendiri saja di sini. Menikmati langit, angin, pepohonan dengan kera-kera kecil berayun di pucuk-pucuknya, dan air asin yang menyelimutiku sampai ke dagu. Aku tak mau ada kamu. Aku tak mau perhatian dan apresiasi atas keindahan ini terdistraksi olehmu.

Berenang sendiri saja sana, susuri karang-karang rendah tempat bersembunyi hewan-hewan kecil itu. Atau tunggu saja di depan tendamu.

Nanti, setelah puas aku menyesap alam yang menggodaku ini, kau akan kuhampiri. Kita akan duduk berdempetan di atas pasir, terhangati kehadiran masing-masing. Aku akan mendengarmu bicara, meneguk keberadaanmu. Sesekali aku menatap matamu sebelum kembali menekuri bulir-bulir pasir yang menggelitik jemari kakiku.

Nanti, itu nanti. Sekarang biar aku merasai belaian lautan dan segala hal yang terhubung dengannya. Kau tak perlu menguatirkan kealpaanku atas keterampilan berenang. Aku tak akan tenggelam di lautan ini, aku hanya bisa tergulung ombak dan tenggelam di laut matamu.






p.s. sedang terjadi hubungan arus pendek dalam otak saya sehingga muncul ‘sajak’ absurd macam ini. too lame yak? >.<

Sunday, February 5, 2012

Life Changes

Saya ternyata tak bisa selalu jadi kanak-kanak tanpa beban yang selalu bahagia. Aman dalam lindungan kedua orang tua, dalam rumah yang menghangatkan jiwa.

gambar diambil dari...ah saya lupa


Saya ternyata tak bisa selalu jadi remaja dengan pikiran sempit yang terombang-ambingkan tragedi asmara. Pedih superlatif berasal dari patah hati saja.

Saya ternyata harus tumbuh dewasa. Menyaksikan kedua orang tua menua dan nanti di satu titik, saya yang berganti melindungi mereka.

Saya ternyata harus menjalani proses menjadi dewasa itu tidak dengan biasa-biasa saja. Jalannya berkelok, naik turun, dan belum diaspal.

Saya ternyata bisa menjadi pahit, pesimistis, dan iri pada takdir orang lain kalau saja tak ingat masih punya iman. Masih ada Tuhan.

Monday, October 18, 2010

un-understood feeling

tentang hal ini
saya tak bisa berpikir
jadi jangan coba menebak pikiran saya

tentang hal ini
saya tak tahu harus bersikap bagaimana
jadi jangan coba menafsirkan perilaku saya

tentang hal ini
saya hanya seberat helai daun kecil yang tercerabut dari ranting
lalu hilang diterbangkan angin

jangan coba berlari sekenanya
mengikuti arah angin seadanya, 

karena anda akan tersesat
seperti juga saya

Wednesday, September 22, 2010

need my straight face

...dan saya pun menangis

Aneh. Seharusnya saya tak lagi menangis. Ini bukan hal baru. Saya seharusnya sudah punya self-defense yang kuat. Dan bila jebol pun ada self-healing yang membereskannya seketika.

Ternyata saya masih juga menyia-nyiakan air mata saya yang berharga ini. Yang bisa berubah jadi berlian seperti dalam kisah putri duyung. Hehe. Ah, lelucon saya kok terasa hambar, padahal biasanya saya bisa tertawa habis-habisan. Saya selalu menggemari selera humor diri saya sendiri. Tapi tidak hari ini.

Ah, blog aneh saya berubah jadi diary lagi.

gelap...

Monday, June 7, 2010

equal to junkist

when i felt rejected from happiness, you suddenly jumped into my life
then i felt no more cold and lonely
warm with your arms around
your smile clouded my head
when i felt safe and accepted, you suddenly jumped out from my life
then i realized you just a part of my endless illution
the drugs from the self-healing division produced by my brain
used like heroine for reducing the pain, my feeling-ache
it was joyfull, though more hurting the next morning i wake
i thought you were real
hey,i'm addicted to you

Thursday, May 13, 2010

untuk abang yang baik hati

mungkin abang tak tahu betapa saya menyukai abang
cara bertutur kata yang lembut itu
kemeja pink pucat itu
cara abang tersenyum
bahasa tubuh abang yang gugup dan malu-malu

mungkin abang tak tahu betapa saya sangat terharu
pujian abang waktu itu
entah basa-basi, entah bertendensi
tapi terdengar tulus di telinga hati saya

mungkin abang tak tahu betapa berartinya itu untuk saya
saya makhluk yang sinis berkaitan dengan persoalan itu,bang
tapi abang kembalikan saya menjadi saya yang semula
yang punya harapan

mungkin abang tak tahu betapa spesialnya abang buat saya
seperti pohon terakhir di dataran mati
meyakinkan saya ada air di depan sana
saat saya hampir putus asa
dan pasrah dikubur badai gersang

mungkin abang tak akan pernah tahu
tapi saya akan datang ke wisudamu
dengan gaun brokat abu-abu yang saya kultuskan
macam keris di keraton

saya menyayangi anda,
abangku yang baik hati

pelukcium,adikmu

Saturday, April 17, 2010

twenty first gift

Terima kasih Tuhan,  hari ini usia saya bertambah  satu lagi.
Terima kasih atas semua berkah yang Engkau beri.
Terima kasih atas udara ini, yang masih Kau percayakan untuk saya hirup.
Terima kasih atas anugerah keluarga dan teman-teman yang saya sayangi dan menyayangi saya.
Terima kasih atas segalanya, Tuhan.
I love You,  God,,,,,,,,

Sunday, April 11, 2010

diam itu cokelat

- - -maybe SiLence is cHocoLate till i fouNd the rigHt way to make you undeRstanD- - -
Beberapa pekan terakhir saya sibuk memikirkan cara untuk mengungkapkan sesuatu pada seorang kawan baik. Dia satu dari kawan-kawan yang punya pangkat spesial di hati saya. Sejak awal saya mengenalnya, saya sudah merasa bahwa sebenarnya ia orang yang introvert dan sensitif walaupun dibalut keceriaan layaknya kaum ekstrovert. Jarang sekali ia bercerita hal yang benar-benar penting dalam hidupnya, dia juga tak pernah menangis di hadapan saya. Saya yang punya kelainan Suka Penasaran Sama Urusan Orang ini sering harus bersusah payah dulu mengorek keterangan darinya tentang suatu hal. Sulitnya minta ampun, kalah lah para birokrat korup.

Satu dan lain hal dalam kehidupannya rupanya membuat ia jauh lebih introvert dan super sensitif. Berkomunikasi dengannya pun sekarang tak jarang membuat saya lelah. Lelah berhati-hati menjaga lidah. Apalagi sudah dari orok saya ini suka ceplas-ceplos tidak karuan. Sering ngomong dulu, baru mikir belakangan. Tentu saya paham, menjaga bicara adalah keharusan. Tetapi dulu, di antara kami ada perjanjian tak tertulis bahwa saya dan dia bebas menjadi diri sendiri di hadapan satu sama lain. Dulu perbedaan seperti masalah konyol yang rasanya tidak akan pernah jadi masalah dalam pertemanan kami.

Akhir-akhir ini sungguh banyak hal baru darinya yang mengejutkan saya. Dia tambah cantik *iri mode on. Tambah rajin *iri mode on lagi. Hahaha... Saya sama sekali tidak keberatan atas perubahan ke arah lebih baik itu. Tapi saya juga tidak memungkiri rasa sedih karena beberapa lelucon pribadi kami berdua tidak lagi lucu baginya. Kalau diibaratkan dalam novel Eragon, kami seperti sudah mulai kehilangan hubungan benak. Saya merasa dia terkadang tidak nyaman dengan saya yang terlalu kasar, terlalu messy. Saya jadi sungkan bergaul dengannya seperti dulu. Takut merusak hari-hari indahnya yang syahdu dengan kekonyolan dan kehebohan saya yang -pernah dia bilang- tidak penting =(

Tapi bukan semata-mata perasaan canggung yang mulai menyebar seperti spora jamur ditiup angin di antara kami berdua saja yang membuat bingung. Hemm, beberapa waktu lalu saya mendengar  banyak  komplain tentang  dia dari dari beberapa pihak. Saya yang dulu tentu akan langsung mengungkapkan ini padanya. Saya tidak menyukai permasalahan yang dipendam, kasak-kusuk di belakang punggung. Hasilnya pasti lebih menyakitkan. Prinsip saya, tampar langsung mukanya lalu berbaikan. Tak perlu lempar batu sembunyi tangan. Kawan saya ini rasanya yang paling mengerti jalan pikiran saya. Dulu. Tapi sekarang inilah saya, kebingungan mengungkapkan sesuatu padanya. Saya takut akan tanggapannya, takut dia tersakiti, mimik mukanya yang ditegar-tegarkan itu malah membuat ia terlihat jauh lebih rapuh. Saya juga tidak siap menanggung konsekuensi ikut dibencinya setelah saya mengungkapkan komplain beberapa pihak itu.

Mungkin, seperti halnya dia, saya juga telah berubah. Peribahasa yang dulu saya anggap hanya dilakukan orang-orang yang miskin ekspresi, Silence is Gold, kini juga saya anut. Mungkin untuk sementara saya memang lebih baik diam, mencari cara terbaik untuk berbicara dengan kawan saya. Sementara, saya akan memikirkan dulu skenario yang paling tepat untuk berdialog dengannya. Yang paling aman dan berisiko paling kecil menyakiti hatinya. Sementara, peribahasa itu akan saya tulis di kertas A3 dengan spidol besar lalu saya tempel di dinding kamar. Tapi berhubung saya lebih suka cokelat daripada emas, peribahasa itu akan saya aransemen ulang sedikit, hemm, Silence is Chocolate...

Monday, March 22, 2010

Dia dan Sudut Eksklusifnya

kenapa saya selalu teringat anda?kita?
banyak hal berdesakan memenuhi rongga kepala dan hati saya
tapi anda, dengan sombongnya, duduk santai di sebuah sudut eksklusif
wilayah kekuasaan anda sedari dulu

anda tentu masih ingat, berapa ratus, ribu kali saya berusaha mengusir anda
walau sampai saat ini, belum sukses saya membuat anda hengkang
jangan tertawa! saya serius.
saya tahu, terkadang saya tak ingin anda pergi
saya ingin anda tetap di sudut itu
meski keberadaan anda sangat absurd dan mengganggu
sering sampai pada taraf menyakiti

sesekali saya memang hanya butuh anda ada
di mana saja anda suka
dalam bentuk bagaimanapun sesuai mood anda

tapi sejujurnya saya paling ingin menemukan anda dalam dunia bernama realitas
saya tahu anda tahu kalau ini harapan lawas dalam hati saya
dan saya hampir kelelahan menggantungkannya
oke,silahkan memandangi saya sambil tersenyum mengejek
saya hanya ingin bertanya, untuk ke sekian puluh ribu kali
apa yang ingin anda dapatkan dengan membiarkan saya berkelana sendirian
seringkali tak sanggup berdiri lalu bersandar pada bayangan yang timbul di hari terik
bahkan itu bayang-bayang saya sendiri
tak pernah anda

ya,ya,sepertinya saya memang tak bisa memungkiri kekuasaan anda
atas perasaan saya
terserah anda lah, kapan mau muncul di hadapan saya secara de facto
hingga saya bisa bersandar pada bayangan yang timbul di hari terik
bayang-bayang anda
detik ini lagi-lagi saya harus mengalah pada lelucon keterlaluan anda
permainan petak umpet yang anda paksakan untuk saya mainkan
detik ini masih saya biarkan anda di sana
sudut eksklusif itu
menjadi sosok yang sok misterius

terserah anda,
jangan salahkan saya kalau saya terlanjur bosan ketika anda datang
ya,ya,hentikan tawa intimidatif itu
ya,ya,saya tahu saya tak akan merasa bosan menunggu
dan dengan konyolnya, terus berharap

Wednesday, February 17, 2010

the mate

theRe must be Something foR my SouL somewheRe
i juSt have not met it yet
my mate. . .

Tuesday, February 16, 2010

well, im not a good blogger

one day my close friend told me something about blogging. she said that blogger needs readers for his/her blog. these reader can also give good suggestions to solve the problem written. i know shes right. but sometimes, i just want to write down my idea for my own satisfaction. it is okay if there are no readers then. i just want to tell somebody. and that somebody could be.. just me.

-ordinary girl on ondinary early morning-

Saturday, January 30, 2010

i have to be more thankful


It feels like somebody punch my face.

I was very ashamed when i read my friend's blog and an article on an online post.
I realized that i'm such a liar.
I always say "thank God", "thank God", at least five times a day, but i never did it with all of my heart. I just said that. Never thought that was so true. That God has gave me and still giving me amazing life. I have a great family, great friends, great opportunities in many things i loved..
I did still grumbling. Wonder why i'm not pretty, why other people have better life than me. What a stupid!

After read my friend's blogs, i knew that i must live my life fully. Enjoy every moment, sugary or sad. It's a blessing. It never happen twice, it never happen to another. It's unique, it's precious, it's mine...
When i read the article, i got the answer for my dumb and dumberer long lasting question. "Why ain't i pretty?". It's because i myself thought i'm not pretty. The article kicked me. It written; "..you have to be more thankful!"
My music player did help on these conspiracy, too. It played "tied together with a smile" by taylor swift...

"Seems the only one who doesn't see your beauty
Is the face in the mirror looking back at you
You walk around here thinking you're not pretty
But that's not true, 'cause I know you..."

Maybe this is the way my lovely God reminds me of my stupidity.
Now, with all mine, i'm saying; "Alhamdulillah.Thank you very much,God"
I do have a gorgeus life.
And everytime i feel sad, unfortunate, i just..

i just have to be more thankful :)

p.s thanks to anyin and ninneta.inspiring fighters.fight!

Monday, January 18, 2010

breakfast,,

---i need a breakfast
for running my simple life
i do need the breakfast; hope---


#fibiangliliana,starving,yet hopeless#